Sensasi atau sensitivitas pada gigi sebenarnya merupakan salah satu aspek penting sebagai penanda kevitalan gigi. Akan tetapi, ketika gigi kita bereaksi berlebihan terhadap suatu stimuli atau rangsangan dari luar, hal tersebut seringkali menyebabkan sakit yang luar biasa dan mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Pada kebanyakan orang, rasa sakit dan ngilu pada gigi biasa dikeluhkan pada saat makan makanan atau minum minuman yang panas, dingin, asam, atau manis. Fenomena ini seringkali dialami oleh semua orang dari berbagai usia, tak terkecualianak kecil dan remaja.

 

Sebenarnya apa sajakah penyebab gigi yang sensitif? Gigi geligi kita dilapisi oleh lapisan terluaryang dinamakan enamel. Bagian inilah yang melindungi bagian tengah gigi yang disebut dentin dan bagian terdalam gigi, tempat dimana saraf gigi berada. Apabila lapisan protektif enamel terkikis dan menjadi tipis, rangsangan atau stimuli dari luar dapat langsung mempengaruhi dentin gigi dan menimbulkan rasa ngilu, misalnya pada saat terkena angin atau saat makan dan minum.

Tanpa disadari, ada kebiasaan kita yang dapat menyebabkan terjadinya penipisan permukaan enamel sehingga ujung saraf yang terdapat di dentin menjadi terekspose dan menyebabkan rasa ngilu. Kebiasaan-kebiasaan itu antara lain:menyikat gigi dengan arah yang salah, pemilihan sikat gigi dengan bulu yang terlalu keras, terlalu banyak mengkonsumsi makanan atau minuman dengan kandungan asam yang tinggi, serta kebiasaan menggeretakkan gigi baik saat tidur maupun saat beraktivitas. Keadaan seperti ini juga dapat diperparah dengan kurangnya kesadaran untuk memeriksakan kondisi kesehatan gigi secara rutin ke dokter gigi sehingga penyebab gigi geligi yang sensitif tidak dapat diketahui dan ditanggulangi secara lebih cepat.

Lalu bagaimanakah cara mengurangi rasa ngilu pada gigi? Pemberian bahan desensitisasi dan penggunaan pasta gigi khusus gigi sensitif yang mengandung potassium nitrate dan strontium acetate/chloridedapat membantu mengurangi rasa ngilu pada gigi, akan tetapi hal tersebut seringkali hanya bersifat sementara dan rasa ngilu pada gigi dapat muncul kembali apabila penyebab utamanya tidak juga ditanggulangi. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi serta menghindari masalah gigi sensitif antara lain sebagai berikut.

 

 

 

 

 

 

 

 

Perhatikan arah saat menyikat gigi. Gerakan menyikat gigi dengan arah horizontal lama-kelamaan dapat menyebabkan terjadinya resesi gusi dan terkikisnya permukaan enamel, terutama bagian leher gigi dimana lapisan enamelnya paling tipis. Sebaiknya,cara menyikat gigi yang dianjurkan yaitu dengan arah memutar. Selain itu, gunakanlah sikat gigi yang berbulu halus serta pasta gigi yang mengandung fluoride, yang berfungsi untuk memperkuat enamel gigi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Kurangi konsumsi makan makanan dan minum minuman asam yang berlebihan. Zat asam dapat melemahkan lapisan enamel pada gigi geligi. Hindari kebiasaan langsung menyikat gigi setelah makan, karena setelah makan, kondisi di dalam mulut menjadi lebih asam dan enamel gigi menjadi lebih rentan terhadap penipisan akibat gaya mekanis saat menyikat gigi. Sebaiknya, berikan jarak waktu 30 menit sebelum menyikat gigi setelah makan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Kebiasaan menggeretakkan gigi (bruxism) yang dialami beberapa orang, lama kelamaan dapat memicu penipisan enamel dan menyebabkan peningkatan sensitivitas pada gigi. Hal ini seringkali tidak disadari sebelumnya, oleh karena itu penting untuk memeriksakan kondisi gigi geligi secara rutin ke dokter gigi, sehingga dokter dapat mendiagnosa dan merencanakan pembuatan personal mouthguard untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.

 

 

 

 

 

 

 

 

Lakukan pemeriksaan dan kontrol gigi secara berkala ke dokter gigi agar dokter dapat memeriksa secara keseluruhan kondisi gigi geligi dan segera merencanakan perawatan yang tepat sesuai dengan keadaan dan penyebab gigi sensitif tersebut. Perawatan seperti pemberian bahan desensitisasi, penambalan gigi dengan akar yang sudah terekspos, bedah gusi, maupun perawatan saluran akar merupakan pilihan perawatan lanjut yang dapat diberikan oleh dokter gigi dan tenaga ahlidengan terlebih dahulu mempertimbangkan lebih lanjut penyebab dan derajat keparahan gigi sensitif, serta kondisi pasien.

 

 

Disusun Oleh : drg. Jocelin Sintano

 

FOLLOW INSTAGRAM KAMI