Obat kumur sering digunakan untuk membersihkan rongga mulut dan gigi secara lebih bersih dibandingkan dengan sikat gigi biasa. Berbagai penelitian membuktikan bahwa menyikat gigi hanya dapat menghilangkan plak sebanyak 50%, oleh karena itu disarankan untuk menggunakan obat kumur anti bakterial untuk membantu membersihkan rongga mulut. Namun, obat kumur sebenarnya terdiri atas berbagi bahan kimiawi yang tidak boleh tertelan dan memiliki dampak buruk jika masuk ke dalam tubuh.

Mouthwashes - do they actually work? | Smilefocus Dentist Singapore

Yang perlu Anda ketahui sebelum menggunakan obat kumur

Penggunaan obat kumur sebenarnya harus diiringi dengan menyikat gigi yang bersih, karena obat kumur tidak dapat menggantikan fungsi sikat gigi. Seorang profesor ahli kesehatan gigi dan mulut dari Boston University School of Dental Medicine, mengatakan bahwa obat kumur dapat bekerja efektif membantu menghilangkan plak dan menyegarkan pernapasan, jika sebelumnya telah menyikat gigi dengan bersih. Obat kumur hanya membantu mengurangi bakteri dan kuman, tidak dapat membersihkan rongga mulut secara keseluruhan.

Pengaruh menelan obat kumur sangat bervariasi, tergantung pada jumlah obat kumur yang tertelan, jika tertelan dalam jumlah yang kecil mungkin gejala yang ditimbulkan hanya sakit perut atau mual. Namun jika tertelan dalam jumlah yang cukup banyak, dapat menyebabkan efek yang buruk bagi tubuh. Selain itu, gejala keracunan yang akibat tertelan obat kumur juga tergantung dengan berbagai faktor seperti usia, berat badan, dan merek obat kumur yang tertelan. Obat kumur yang mengandung bahan-bahan beracun lebih tinggi, seperti alkohol dan metil salisilat, akan menghasilkan dampak yang lebih serius, seperti halnya usia yang lebih muda dan berat badan yang lebih ringan.

 

Follow Instagram Kami