Salah satu masalah gigi yang paling sering disepelekan adalah karang gigi. Padahal kondisi ini seharusnya diperhatikan secara khusus agar tidak berdampak ke kerusakan atau penyakit gigi yang lebih parah lagi.

Malas Membersihkan Karang Gigi? Begini Akibatnya - Gaya Tempo.co

Mengenal penyebab karang gigi

Penyebab karang gigi adalah berkembangnya plak yang dihasilkan dari makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat seperti gula dan pati, susu, kismis, kue, permen, serta minuman ringan lainnya.

Bakteri yang tertumpuk dari jenis makanan dan minuman tersebut akan hidup di mulut dan berkembang biak hingga menghasilkan asam. Jika bakteri ini tinggal lebih lama pada mulut dan gigi, asam yang dihasilkan dapat merusak enamel gigi yang mengakibatkan kerusakan gigi.

 

Plak pun dapat berkembang pada akar gigi di bawah gusi yang menyebabkan kerusakan tulang penyangga gigi.

Karang gigi yang dibiarkan terus menerus dapat muncul semakin banyak dan mengiritasi gusi. Untungnya, ada sejumlah cara menghilangkan karang gigi serta membersihkannya agar tidak semakin parah.

 

Cara menghilangkan karang gigi dengan scaling

Ini Alasan Pentingnya Pemeriksaan dan Perawatan Gigi Sebelum Hamil -  Alodokter

Plak yang masih tipis dapat dihilangkan dengan rutin menyikat gigi dan membersihkan gigi menggunakan benang (flossing). Namun, lain cerita jika plak sudah menebal dan mengeras.

Dikutip dari American Academy of Periodontology, plak tebal yang sudah mengeras butuh dihilangkan dengan perawatan khusus yang hanya bisa dilakukan oleh dokter gigi.

Maka dari itu, untuk menghilangkannya tidak cukup hanya menggunakan sikat gigi. Dalam dunia medis, prosedur pembersihan karang gigi dinamakan scaling.

Cara membersihkan karang gigi satu ini dilakukan dengan alat yang disebut ultrasonic scaler. Alat khusus yang bekerja merontokkan karang yang ada di sela-sela gigi dan di bagian garis gusi. Kedua bagian ini biasanya sulit dijangkau dengan sikat gigi.

Scaling gigi idealnya dilakukan setiap enam bulan sekali. Apabila melakukan scaling, karang gigi yang sangat keras sekali pun dapat dihilangkan.

 

Mencegah efek samping dari scaling gigi

Proses scaling dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti perdarahan, gusi bengkak, dan nyeri. Hal ini terjadi karena gusi dan gigi yang berkarang masih menyesuaikan diri dengan proses scaling tersebut.

Akan tetapi Anda tak perlu khawatir. Efek samping ini umumnya dapat mereda segera setelah perawatan selesai dilakukan.

Untuk mencegah rasa tidak nyaman atau kembalinya karang gigi setelah prosedur scaling, sebaiknya Anda menghindari beberapa hal di bawah ini:

  • Makanan dan minuman yang terlalu panas atau dingin. Dikutip dari American Dental Association, setelah menjalani scaling atau pembersihan karang, gigi akan menjadi lebih sensitif selama hampir seminggu. Oleh karena itu, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang masih panas atau terlalu dingin. 
  • Makanan dan minuman yang terlalu manis. Untuk mencegah karang gigi kembali terbentuk setelah scaling, ada baiknya Anda mengurangi makanan dan minuman yang mengandung terlalu banyak gula, seperti permen, coklat, cookies, dan soda.
  • Makanan bertekstur keras. Setelah gigi dibersihkan dari karang, mengunyah makanan pun mungkin tidak senyaman biasanya. Pastikan Anda tidak memilih makanan dengan tekstur yang alot dan membutuhkan tenaga lebih untuk mengunyah, seperti daging atau apel utuh.
  • Makanan yang berpotensi menusuk-nusuk gusi. Biasanya, tekstur kecil-kecil ini terdapat di makanan renyah seperti keripik kentang atau kacang-kacangan.
  • Makanan yang tidak mudah larut atau hancur saat dikunyah. Beberapa makanan dengan tekstur yang tidak mudah hancur saat dikunyah, seperti roti dan kentang goreng, menjadi pantangan setelah membersihkan karang gigi.
  • Rokok dan alkohol. Kedua kebiasaan ini dapat mengurangi produksi air liur di dalam mulut. Hal ini tentunya dapat menyebabkan mulut kering dan lebih mudah terjadi penumpukan plak. Karang gigi pun berpotensi bisa muncul kembali.

Anda dapat mengonsumsi makanan dengan tekstur yang lembut dan mudah dikunyah, seperti sup, mashed potato, pisang, yogurt, telur rebus, dan bubur. Selain mudah dicerna dan tidak menyebabkan gigi ngilu, makanan-makanan tersebut juga membantu mencegah mulut kering.

 

Follow Instagram Kami